Profesionalisme sopir angkot - .LIFE_NOTE'

Facebook Like Box

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 7 July 2011

Profesionalisme sopir angkot

Dari sumberwudi, desa tempat ku lahir dan besar, ke Stasiun Surabaya butuh empat kali naik kendaraan umum. Pertama naik angkutan desa, terus naik bus ke Surabaya dari Surabaya naik angkutan kota dua kali dan sampai ke Stasiun Gubeng.
  
Dari desa aku dan kakak ku naik angkutan desa, kami berangkat jam 1 lebih. Ada kejadian yang menarik yang membuat ku berkata “salut”. Di tengah perjalanan sopir angkot mendapat beberapa calon penumpang yang cukup banyak. Tapi masalah muncul ketika ternyata mereka hendak ke jalur yang sebaliknya. Dengan usaha tawar-menawar akhirnya mereka “gagal”. Sopir angkot tetap bersikeras mangantarkan kita ke tempat yang lebih jauh dibanding dengan lokasi tujuan beberapa calon penumpang itu.
  
Kata beliau “ya mosok kok ngedukno tengah ndalan, yo aku dilokno mas-mase” yang artinya “masak kok nurunkan di tengah perjalanan, ya nanti diomelin mas-masnya”. Meski karena rasa sungkan ke kita membuat sopir angkot menolak tawaran calon penumpang yang minta PP (antar pulang pergi) ke tempat lain tapi sudah cukup membuat saya bilang “salut”. 
  
Mas sopir ini cukup bertanggung jawab, malu kalau mengecewakan penumpang. Profesionalisme dalam bekerja yang patut diteladani. Aku berpikir bagaimana dengan Rasulullah, bagaimana profesionalisme beliau? Beliau dulu sampai-sampai mendapat gelar “al amin” karena sikap yang amanah, bertanggung jawab. PR buat saya pribadi, harus menjadi orang yang amanah, bertanggung jawab apapun bidang dan pekerjaan yang didapat.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here